Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Renungan Harian - Instrospeksi Diri (1 Raja-raja 18 : 17-19)

 “INTROSPEKSI DIRI” - 1 Raja-raja 18:17-19

“17Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: ”Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?” 18Jawab Elia kepadanya: ”Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan dan engkau ini telah mengikuti para Baal. 19Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel.”- 1 Raja-raja 18:17-19 TB

https://www.bible.com/id/bible/306/1KI.18.TB 

Renungan Harian - Instrospeksi Diri   (1 Raja-raja 18 : 17-19)

Halo sahabat Gata…pernah tidak merasa orang lain itu selalu salah di mata kita? Atau sebaliknya, mungkin orang lain terus men-judge diri kita dan memandang kita adalah orang yang pali bersalah? Dalam menjalani roda kehidupan ini, baik di lingkungan keluarga, pekerjaan, usaha dan lain sebagainya,  setiap manusia pastilah akan berhadapan dengan berbagai jenis tantangan dan persoalan. Dikarenakan masalah dapat datang kapan saja di luar perkiraan manusia, untuk itu kita harus senantiasa berjaga-jaga. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan selalu melakukan “introspeksi diri”. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, introspeksi diri adalah tindakan peninjauan atau koreksi terhadap diri sendiri. ini melibatkan proses yang mendalam dan objektif untuk memeriksa perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan dan aspek lain dari diri sendiri. 

Adapun tujuan Introspeksi diri  menurut Herni Rofi dalam artikelnya adalah berdamai dengan diri sendiri dan memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas hidup berdasarkan pikiran dan perasaan. Dengan introspeksi diri kita dapat memperbaiki dan keluar dari persoalan yang kita hadapi, meningkatkan kualitas kinerja dan dapat memaksimalkan potensi diri dalam setiap karya di bidang yang Tuhan percayakan. Berbeda dengan sikap yang sombong dan angkuh yang berdampak kepada tindakan mau menang sendiri dan saling menyalahkan. Kesombongan selalu mendahului sebuah kehancuran. 

Melalui kisah pertemuan Elia dan Ahab mengingatkan kita betapa pentingnya introspeksi diri dan bukan saling menyalahkan. Memang tidak mudah, karena dibutuhkan kerendahan hati dan kerelaan untuk dibentuk. Ketika raja Ahab bertemu dengan Elia, raja Ahab menyalahkan Elia mengenai kelaparan dan kekeringan yang menimpa umat Israel padahal itu semua karena ulahnya sendiri. Sebagai seorang nabi Tuhan, Elia menegur balik raja Ahab. Elia mengingatkan raja Ahab bahwa penderitaan kelaparan dan kekeringan yang menimpa umat Israel itu adalah buah dari keberdosaan raja Ahab dan umatnya di hadapan Tuhan. Penyembahan berhala yang dilakukan raja Ahab dan umat-Nya telah menimbulkan sakit hati Tuhan. Kekudusan Tuhan menyebabkan terhukumnya keberdosaan umat Tuhan. 

Oleh karena itu melalui renungan singkat hari ini, sebagai pengikut Kristus, jika kita ingin terus bertumbuh, atau sedang dalam persoalan besar dan ingin dipulihkan, kita harus memiliki kerendahan hati yang siap dikoreksi firman Tuhan. Kita harus selalu introspeksi diri baik sebelum atau pun sesudah bertindak. Dalam segala hal kita harus rela takluk dibawah pimpinan Roh Kudus dan firman-Nya, sebab “Firman Tuhan adalah tulisan yang dilhamkan Allah untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim. 3:16). Ingatlah harus intropeksi diri, jika tidak pasti hancur.  

Semangat Gata semua… Kita pasti bisa belajar dan Tuhan mampukan ya… Tuhan memberkati kita semua. Amin…

Posting Komentar untuk "Renungan Harian - Instrospeksi Diri (1 Raja-raja 18 : 17-19)"